Cen Sui Lan Ajak Kaum Milenial Mengenal Olahraga Xiangqi

banner 160x600
banner 468x60

Batam-Xiangqi adalah permainan yang populer di daratan Cina, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, Hong Kong, dan beberapa negara Asia lainnya. Termasuk di Indonesia. Xiangqi merupakan permainan tradisional. Sejak berabad-abad lalu, sudah ada. Bentuk xiangqi masih sama sampai zaman now.

Xiangqi ada yang mengenal sebagai catur tradisional Cina. Ada juga yang menyebutnya catur gajah. Bahkan, ada yang menyebutnya olahraga Pexi. Nah, di Indonesia, permainan catur gajah ini disebut dengan nama xiangqi. Sedangkan Pexi singkatan dari Persatuan Xiangqi Indonesia, yaitu organisasi yang menaungi olahraga xiangqi.

Xiangqi adalah permainan keterampilan dan strategi. Meski telah berabad-abad dimainkan, bentuknya sejak zaman tempo dulu sama sampai sekarang.

Xiangqi menjadi satu dari 40 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingan pada SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Xiangqi berasal dari Cina, Negeri Tirai Bambu. Kata xiang dalam bahasa Cina berarti gajah. Sedangkan qi berarti catur. Maka, secara harfiah xiangqi berarti catur gajah.

Sejarah Xiangqi di Indonesia
Permainan olahraga xiangqi sudah lama, dan usianya cukup tua. Menurut penelusuran, indikasi awal kemunculan permainan ini sudah diperkenalkan sejak abad keempat oleh penguasa Mengchang, Tian Wen.

Jika melihat aturan permainannnya, catur gajah ini terlihat sangat erat kaitannya dengan strategi militer di zaman Cina kuno. Seiring berjalannya waktu, xiangqi berkembang dari permainan rakyat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai ajang multievent maupun single event.

Mengutip dari beberapa sumber, pada 27 Juli 1979, organisasi xiangqi nasional didirikan dengan sembilan pendiri, yaitu JLL Taulu, Abraham Wijaya, HP Hutabarat, Tanama Mulyadi, Lie Liang Wang, Frans Erasmus Lala, Wong Yen Tjong, Lim Fo On, dan The Peng Hong.

Awalnya, organisasi ini diberi nama Ikatan Shiang Chi Indonesia (ISCI). Dalam perjalanan waktu, namanya berubah menjadi Persatuan Catur Gajah Indonesia (Percagi).

Selama 20 tahun (1979-1999), permainan xiangqi di Indonesia sedikit dimodifikasi dengan tidak menggunakan karakter Cina di buah catur. Baru pada 1999, xiangqi kembali menggunakan papan dan buah catur yang seharusnya. Kini, organisasi xiangqi nasional mengambil nama Pexi. Yaitu Persatuan Xiangqi Indonesia.

Cen Sui Lan diperkenalkan oleh Herdiyanto Tenaga Ahli DPR RI kepada atlet perempuan olahraga xiangsi atau catur gajah. F- dok/suaraserumpun.com
Seperti juga catur internasional, xiangqi juga punya gelar master xiangqi, yaitu International Grand Master Xiangqi (IGMX) yang sejak 2002 dipegang oleh Ie Tjong Beng asal Pengda DKI Jakarta.

Cara Bermain
Cara bermain xiangqi sama seperti catur. Olahraga xiangqi dimainkan dengan menjalankan bidak-bidak di papan berpetak. Jumlah bidak yang digunakan pun identik, yakni 16 bidak untuk masing-masing pemain yang dibedakan menjadi warna hitam dan merah.

Bedanya, jika dalam catur bidak-bidak dijalankan menurut petak, sedangkan dalam xiangqi bidak berjalan seturut garis. Ukurannya papannya pun berbeda. Catur menggunakan papan berukuran 8×8 bidang persegi sedangkan xiangqi menggunakan papan 9×10 garis.

Bermain xiangqi seperti membayangkan dua istana sedang berperang, yang medannya dibelah oleh sungai. Adapun penamaan bidak-bidak yang digunakan dalam xiangqi adalah jiong (raja), shi (menteri), xiang (gajah), ma (kuda), ci (benteng) pau (meriam), dan zu (bidak/pion)

sumber : blog.censuilan.com

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Cen Sui Lan Ajak Kaum Milenial Mengenal Olahraga Xiangqi"